image : doktersehat

Sering Disebut dalam Kasus Hepatitis Akut Misterius, Apa Arti SGPT dan SGOT?

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan disaat ini terdapat 15 permasalahan hepatitis akut misterius yang sudah ditemukan di Indonesia. Permasalahan itu sudah ditemui sejak 27 April lalu.

Atas dasar itu, Budi mengimbau warga khususnya anak- anak melaksanakan pengecekan SGPT serta SGOT untuk melihat apakah nilainya masih diantara di nilai normal.

“Jika telah mencapai di atas 100, lebih baik dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Sebab SGPT dan SGOT wajarnya itu di tingkat 30- an. Jika sudah naik cukup tinggi, sebaiknya diarahkan ke fasilitas kesehatan terdekat,” Tutur Budi dalam konferensi pers, Senin( 9/ 5).

Apa saja tes fungsi darah hati yang umum untuk melihat SGOT serta SGPT?

Mengutip Medicinenet, uji darah hati digunakan untuk memperhitungkan fungsi hati ataupun cedera hati. Langkah awal dalam mengetahui kerusakan hati merupakan tes darah sederhana untuk memastikan tingkat enzim hati( protein) tertentu dalam darah.

Dalam kondisi normal, enzim- enzim ini sebagian besar berada di dalam sel- sel hati. Namun ketika hati terluka enzim- enzim ini tumpah ke dalam peredaran darah.

SGOT( Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase)

SGOT ialah enzim hati yang ada di dalam sel parenkim hati. SGOT bekerja dengan bertambah kadarnya di dalam darah, bila terjadi kerusakan sel hati.

Tetapi SGOT tidak spesifik, hanya ada di dalam hati. Enzim ini juga bisa ditemukan di sel darah, sel jantung serta sel otot.

BACA JUGA  Ingin Cepat Menurunkan berat badan?, Berikut Latihan HIIT untuk pemula

Karena itu peningkatan SGOT tidak selalu membuktikan adanya kelainan di sel hati.

SGPT( Serum Glutamic Pyruvate Transaminase)

Sedangkan, SGPT merupakan enzim yang ada di dalam sel hati.

Pada saat sel hati mengalami kerusakan, akan terjadi pengeluaran enzim SGPT dari dalam sel hati ke peredaran darah serta akan terukur lewat pemeriksaan laboratorium.

Berapa kandungan wajar SGOT dan SGPT?

Rentang angka wajar untuk SGOT sekitar 5 sampai 40 unit per liter serum. Rentang angka normal untuk SGPT merupakan sekitar 7 sampai 56 unit per liter serum. Tetapi, rentang nomor SGOT serta SGPT mungkin sedikit berbeda terkait pada teknik serta protokol yang digunakan oleh berbagai laboratorium di seluruh dunia.

Jika keduanya mempunyai kandungan yang tinggi, maka perlu penindakan lebih lanjut agar tidak mengganggu fungsi organ di dalam tubuh.

Tidak hanya itu, tingkat yang tepat dari tes enzim hati ini tidak berkorelasi baik dengan tingkatan permasalahan hati ataupun prognosis.

Dengan begitu, kandungan SGOT SGPT yang tepat tidak bisa digunakan untuk memastikan penyakit hati ataupun memprediksi prognosis untuk fungsi hati.

Misalnya, seorang dengan virus hepatitis A akut bisa mengembangkan tingkat SGOT SGPT yang sangat tinggi( terkadang dalam kisaran ribuan unit/ liter).

Tetapi, mayoritas orang dengan hepatitis virus akut, sembuh sepenuhnya tanpa penyakit hati sisa.

Kebalikannya, seorang dengan infeksi hepatitis C parah umumnya hanya memiliki sedikit kenaikan pada tingkatan SGOT SGPT mereka.

Sedangkan mereka mengalami luka hati yang akut dan bahkan jaringan parut lanjut pada hati( sirosis) dari infeksi hati kecil yang sedang berlangsung.

Kapan tes dapat dilakukan pada anak?

Mengutip Kids Health, tes dapat dilakukan jika seseorang anak mempunyai tanda- tanda kemungkinan permasalahan dengan hati, seperti penyakit kulit ataupun mata mengalami kekuningan, urin berwarna gelap, mual, muntah, sampai sakit perut.

BACA JUGA  Hepatitis Misterius Tidak terkait dengan Covid 19 penjelasan Ikatan Dokter Indonesia

Saat sebelum menjalani tes, dokter mungkin akan meminta anak tidak makan serta minum selama 8 sampai 12 jam. Orang tua juga dianjurkan memberi tahu dokter mengenai obat apapun yang dikonsumsi anak karena beberapa obat bisa memengaruhi hasil tes.