image : shutterstock

Waspada, Muncul lagi Varian baru Covid 19

14 May 2022

Pandemi Covid- 19 masih jauh dari selesai karena ditemui varian baru lagi serta orang yang sembuh dari Omicron mungkin dapat terjangkit lagi.

Subvarian Omicron BA. 4 serta BA. 5 dikabarkan sudah mendapatkan perhatian di Afrika Selatan. Karena kasus mingguan di sana bertambah 3 kali lipat dalam 2 pekan terakhir, ungkap data dari Universitas John Hopkins.

” Itu benar- benar muncul seketika selama akhir minggu. Varian BA. 2. 12. 1 dan setelah itu BA. 4 dan BA. 5?” jelas pakar penyakit menular University of California, Peter Chin- Hong, diambil dari South China Morning Post, Senin( 9/ 5/ 2022).” Sepertinya bab terakhir dari cerita yang tidak pernah berakhir.”

Sedangkan itu, bagi para ahli, penderita varian Omicron pertama BA. 1 tidak mungkin terkena ulang subvarian BA. 2 ataupun bahkan lebih menular. Tetapi BA. 4 serta BA. 5 tampaknya berbeda dari subvarian lebih dahulu.

Diperkirakan 90% populasi Afrika Selatan mempunyai imunitas varian Omicron sebab bertahan dari infeksi alami ataupun dari vaksinasi.

” Bila 90% orang telah kebal serta melihat lonjakan kasus, itu berarti duo dinamis[BA. 4 dan BA. 5] menimbulkan lebih banyak infeksi ulang, bahkan pada orang yang sudah terpapar Omicron,” jelasnya.

Persoalan selanjutnya bisakah BA. 4 dan BA. 5 membuat gelombang kasus lain? Beberapa pakar kesehatan mengatakan gelombang di Afrika Selatan bisa terulang di negara lain, namun tidak dalam waktu dekat.

Dari informasi saat ini tidak membuktikan keduanya menyebabkan orang menjadi sakit lebih akut dari versi Omicron sebelumnya. Tetapi Chin- hong berkata BA. 4 dan BA. 5 sepertinya lebih menular dan memiliki peluang untuk menghindari kekebalan yang ada.

Chin- hong juga menambahkan mereka yang belum divaksinasi serta belum sempat terinfeksi virus corona sebelumnya memiliki kesempatan lebih tinggi tidak sembuh jika terinfeksi.

BACA JUGA  4 makanan sahur yang baik untuk diet

Tanggapan Pemerintah

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, Kementerian Kesehatan terus melaksanakan monitoring varian terkini Covid- 19 yang terdapat di dunia. Terdapatnya varian baru Covid- 19 ini bisa mengakibatkan terbentuknya lonjakan kasus di Indonesia.

“ Satu hal yang kami lakukan monitoring merupakan varian baru yang terdapat di dunia,” tutur Budi disaat keterangan pers bersama Menteri Kabinet Indonesia Maju di Kantor Presiden, Senin( 9/ 5/ 2022).

dia mengatakan, sebagian negara yang mengalami peningkatan kasus yaitu seperti di Taiwan dan Amerika disebabkan oleh varian Omicron BA. 2. Varian ini, tutur dia, juga telah banyak ditemui di Indonesia.

Di beberapa negeri yang lain seperti di Inggris serta India mempunyai versi Omicron BA. 2 yang lebih dominan dibanding varian yang lain. Tetapi, jumlah kasusnya tidak melonjak pesat.

Biarpun begitu, disaat ini pemerintah tengah mengamati adanya kenaikan kasus di Afrika Selatan yang diakibatkan oleh varian terkini yakni BA. 4 serta BA. 5.

“ Kita mencermati ada satu negara Afrika Selatan yang terdapat peningkatan sedikit dan itu disebabkan adanya varian baru BA. 4 dan BA. 5, tetapi karena memang kenaikan masih sedikit serta jumlahnya juga belum banyak,” jelas Menkes.

dia juga memastikan, Kemenkes terus menerus melaksanakan monitoring bersama WHO mengenai varian- varian baru tersebut untuk menghindari terbentuknya peningkatan kasus di Indonesia.

Pencegahan Penularan

Dengan berkaca pada situasi COVID- 19 secara nasional serta global, maka perlunya strategi pada fase baru COVID- 19 yang bisa dicoba disaat ini. Pertama, hidup berdampingan dengan COVID- 19. Secara berangsur- angsur mengurangi pembatasan kegiatan yang secara bersamaan mendorong terjadinya perilaku yang lebih sehat serta aman.

BACA JUGA  Anda Overweight? Inilah 5 Teknik Jogging yang baik

Kedua, mencegah lebih maksimal populasi beresiko. Misalnya dengan menggencarkan cakupan vaksin sesuai prioritas golongan rentan serta menyusun strategi testing yang lebih spesifik ataupun target testing.

Ketiga, mempertahankan resiliensi. Contohnya konsistensi melakukan surveilans serta menyusun rencana kontijensi untuk vaksinasi, ataupun testing massal jika kondisi darurat kembali terjadi.

Keempat, tingkatkan inovasi berdasarkan pembelajaran selama pandemic COVID- 19. Pengelolaan ilmu wawasan serta teknologi kesehatan wajib semakin massif untuk usaha deteksi serta penangkalan ataupun penyembuhan penyakit menular lainnya.

Sumber : Covid19.go.id & CNBC Indonesia